Kamis, 18 April 2013

Nyanyian Hujan

NYANYIAN HUJAN (Kahlil Gibran)


Aku ini percikan benang-benang perak yang dihamburkan dari surga oleh dewa-dewa.
Alam raya kemudian meraupku, bagi menyirami ladang dan lembahnya.

Aku ini taburan mutiara, yang dipetik dari mahkota Raja Ishtar, oleh puteri Fajar,
untuk menghiasi taman-taman mayapada.

Apabila kuurai air mata, bukit-bukit tertawa;
Apabila aku meniup rendah, bunga-bunga gembira,
Dan bila aku menunduk, segalanya cerah-ceria.

Ladang dan awan mega berkasih-mesra,
Di antara mereka aku pembawa amanat setia,
Yang satu kulepas dari dahaga,
Yang lain kuobati dari luka.

Suara guruh mengkhabarkan kedatanganku
Pelangi di langit menghantar kepergianku,
Bagai kehidupan duniawi, diriku,
Dimulai  pada kaki kekuatan alam,
Dan diakhiri di bawah sayap kematian.

Aku muncul dari dalam jantung samudera,
Melayang tinggi bersama angin,
Apabila kulihat ladang memerlukanku,
Aku turun, kubelai mesra bunga-bunga dan pepohonan
Dalam berjuta cara.

Jemariku lembut bermain pada jendela-jendela kaca
Dan berita yang kubawa membawa bahagia,
Semua orang dapat mendengarnya, namun hanya yang peka,
Dapat memahami maknanya.

Panas udara melahirkan aku,
Namun sebagai balasannya aku membunuhnya,
Laksana wanita yang mengungguli jejaka,
Dengan kekuatan yang dihisap daripadanya.

Diriku helaan nafas samudera
Gelak tertawa padang ladang,
Dan cucuran air mata dari surga.

Maka, disertai cinta kasih -
dihela  dari kedalaman laut kasih-sayang;
tertawa ria dari rona padang jiwa,
air mata dari kenangan syurga abadi.

(Dari 'Dam'ah Wa Ibtisamah' -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Info Unixs - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz